“Bila ada salah satu yang sangat berharga di masa SMU-ku, mungkin dia adalah bola futsal kelasku, yang kami beli dengan uang urunan satu kelas. Bola berwarna kuning itu rela kami tendang-tendang  di lapangan futsal sekolah kami yang berlantai paving hingga cuil sana-sini. Belum lagi ia sering tercebur ke sawah dekat lapangan futsal kami. Basah, kering, hujan, panas, dia lalui hampir setiap sore hari sepulang sekolah, hingga tak sadar telah menciptakan kekompakan dan kebersamaan dalam kelas kami. Bola futsalku, kau sangat berperan besar dalam mempererat tali persahabatan kami, hingga kami merasa saling memiliki satu sama lain, kau turut menyatukan kelas kami disaat terjadi perpecahan. Terima kasih bola futsalku, walau kini aku tak tau dimana keberadaanmu, tapi yang pasti, aku selalu menyayangimu.”