Minggu pagi, tepat tanggal 2 agustus 2009 sekitar jam 11.00 WIB, ditengah seru-serunya aku bersama Om dan beberapa ponakan ngikutin undian hadiah acara Jalan Sehat di perumahan Bluru Permai Sidoarjo, tiba-tiba ada kabar kalau “A”(cowok), teman SD ku, meninggal dunia. Innalillahi wainnailaihirajiun. Masya Allah, masih kurang percaya, si “A”, teman seperjuangan waktu SD (sering satu kelompok ngerjakan tugas), telah dipanggil lebih dahulu oleh-Nya. Kabarnya, “A” meninggal setelah sempat luka parah setelah kecelakaan sepeda motor pas bersama “F”(cowok juga), teman SD-ku juga. Beruntung, si “F” hanya luka-luka dan masih dirawat di-rumah sakit.

Ahh…meski kini(kuliahku menginjak awal semester 5) kita tak seakrab dulu(bahkan sangat jarang ktemu), tapi kenangan-kenangan manis dan lucu sewaktu dulu terasa ter-recall dalam benakku. Maen sepak bola dilapangan, kasti(softball) sewaktu pelajaran olah raga(dan dia salah satu yang jago mukul bola), berkelompok mengerjakan tugas dirumahnya yang lumayan besar itu.Si “A” yang akrab dipanggil “gundul”, walaupun aku tau, rambutnya hampir gak pernah gundul. “A” yang  jari telunjuknya yang terjepit pagar rumah saat akan berangkat les(kayaknya pas kelas 6 ), “A” yang  merupakan  master-ku dalam hal bikin layang-layang(beberapa kali aku terkagum-kagum pada layang-layang hasil kreasinya), hingga dia beberapa kali memberikan layang-layang-nya yang keren itu ke aku, cuma-cuma. Si “A” yang berwatak keras, namun baik dan berpenampilan kalem..  hiks…(benar2 terharu waktu ngetik ini).

Ya ampun,,,masih banyak kenangan kenangan yang takkan mungkin aku sebutkan satu-persatu tentangnya. Masih sulit juga mempercayai, kalau diantara sekian orang yang malam itu melewatkan malam minggu dengan naik motor(malam saat dia kecelakaan), termasuk aku, ternyata dia yang dipilih oleh-Nya untuk menghadap.

Ya Allah, sekali lagi Kau tunjukkan betapa lemah dan kecilnya kami, manusia, hingga tak mampu mengelak dari takdir-Mu, dari kehendak-Mu. Kami benar-benar hanya makhluk-Mu, hanya makhluk-Mu. Takkan mampu lari dari-Mu, takkan Ya Allah, takkan… Membuat kami tersadar dan teringat lagi, kami memang berasal dari-Mu, dan akan kembali kepada-Mu…

(hiks..terharu lagi)

Buat temanku,”A”, kupanjatkanjuga do’a, semoga kau tenang disana, serta mendapatkan ampunan-Nya. Semoga semua amal baikmu didunia diterima di sisi-Nya. Amien.

Selamat jalan, kawan…